SekretarisDewan Kesenian Palembang (DKP) ini. Sebelumnya, Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyatakan pihaknya tengah mendaftarkan Dul Muluk ke Unesco. "Salah satu produk kesenian yang cukup dikenal
BelajarMengenal 34 Nama Rumah Adat ,Pakaian Adat, Tarian Adat dan Senjata Tradisional di Provinsi Indonesia Lengkap – Indonesia memiliki banyak sekali keanekaragaman yang dimilikinya, dari mulai sumber daya, suku, adat, dan masih banyak lainnya kebudayaan-kebudayaan yang belum banyak kita ketahui. Kali ini kita akan mengupas tentang nama
Berikutini adalah daftar 9 tarian adat Sumatera Selatan dan penjelasannya yang paling populer di Dunia. Di Sumatera Selatan ada sebuah budaya dimana orang tua dari mempelai laki-laki akan berkunjung ke rumah besan untuk menilai calon mantu nya. Tari Rodat Cempako adalah salah satu tarian dari Sumatera Selatan yang sangat kental unsur
OKUSelatan,Humas. Kepala Kantor Kementerian Agama Kab.OKU Selatan H.Syarif,S.Ag,.M.Pd.I merngatakan, bahwa Komitmen dan Disiplin Pegawai merupakan salah satu unsur suksesnya sebuah Birokrasi atau Pemerintahan. Komitmen dan Disiplin Pegawai akan memudahkan di dalam pemahaman visi, misi dan sasaran sehingga prosentase pencapaian
Wujudsystem dari unsur kebudayaan universal berupa adat dan pada tahap pertamanya adat dapat diperinci lagi menjadi beberapa kompleks budaya. Kompleks budaya dapat diperinci lagi menjadi tema budaya. Akhirnya pada tahap ketiga tiap tema budaya dapat diperinci dalam gagasan. o Candi Lesung Batu di Lesungbat, Rawas Ulu, Musi Rawas,
1 Pengertian Manusia. Sebelum kita mengkaji lebih dalam mengenai manusia dan budaya ada baiknya kita tau pengertian dari manusia itu sendiri. Secara bahasa, manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain).
11 Budaya daerah adalah budaya asli masyarakat Sumatera Selatan dan budaya etnik suku lainnya yang hidup dan berkembang yang sesuai dengan nilai-nilai masyarakat Sumatera Selatan. 12. Kesenian adalah kesenian tradisional berupa nilai estetika hasil perwujudan kreativitas daya cipta, rasa, karsa dan karya yang hidup secara turun-temurun dalam
DiSumatera Barat sendiri, jumlah suku ini mencapai 4.281.439, sementara di seluruh Indonesia mencapai 6.462.713 orang. Suku ini menggunakan bahasa Minangkabau, yang merupakan anak cabang dari bahasa Austronesia. Suku Minang kerap kali menyebut diri mereka sebagai “Urang Awak”, yang artinya adalah “Orang Minang”.
KelebihanWisata di indonesia sendiri diambil dan dirangkum dari ke dua belas unsur yang disebutkan di atas. Dari unsur-unsur tersebut maka lahirlah beberapa kelebihan seperti. 1. Wisata Budaya sebagai Wisata Edukasi. Edukasi atau pendidikan adalah sebuah hal yang sangat penting bagi masyarakat suatu negara.
KementerianPendidikan & Kebudayaan Balai Arkeologi Sumatera Selatan Siddhayatra Vol. 21 No. 2 Hlm. 69-141 November 2016 ISSN 0853-9030 Pemujaan Terhadap Makam, Tradisi Masyarakat Lebong, Bengkulu Terdapat banyak unsur-unsur kebudayaan Islam dalam penyelenggaraan ritual Asyeik dilihat dari material yang digunakan dalam upacara. Kata kunci
xFAX9. Warisan Budaya Takbenda Tercatat Menampilkan 1 - 15 dari 20 GURITAN Daerah Kota Palembang Dilaporkan tanggal 30 Oktober 2014 - ... DULMULUK Daerah Kota Palembang Dilaporkan tanggal 30 Oktober 2014 Dulmuluk berawal dari kitab Kejayaan Kerajaan Melayu yang selesai ditulis pada 2 juli 1845, yang berjudul Syair Abdul Muluk. Ada 2 pendapat penulis kitab ini yaitu Raja Ali Haji bin Raja Achmad dari Pulau Penyengat Indra Sakti Riau- versi DR. Philipus Pieter Voorda Van Ey ... Makanan Tradisional Pempek Daerah Kota Palembang Dilaporkan tanggal 11 April 2014 Makanan tradisional pempek adalah asli makanan orang Palembang. Pempek telah ada di Palembang sejak zaman kebesaran Laksamana Cheng Ho waktu itu mendapat perintah dari Raja China menumpas perompak di Sei Musi membawa 200 ribu tentara terdiri dari Muslim, Khatolik, Kristen, dan Budha. Sebagian ... Rumah Ulu Sumatera Selatan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Dilaporkan tanggal 24 Maret 2014 Bentuk Rumah Ulu merupakan rumah panggung. Prinsip yang digunakan dalam membangun rumah yang dipakai adalah rumah siapa dan rumah untuk apa. Rumah siapa maksudnya siapa yang akan menghuni rumah tersebut, keturunan apa, ada gelar atau tidak dan sebagainya, sedangkan rumah untuk apa maksud ... ACARA PERNIKAHAN ADAT PALEMBANG Daerah Kota Palembang Dilaporkan tanggal 3 Januari 2014 Adat pernikahan/perkawinan masyarakat Palembang adalah tingkah laku resmi dilakukan sejak zaman Kesultanan Palembang, yang sifatnya mengatur adat istiadat dan norma kehidupan bermasyarakat di Palembang. ... Tembang Batanghari Sembilan Daerah Dilaporkan tanggal 5 Oktober 2013 Batanghari Sembilan adalah istilah untuk irama musik dengan petikan gitar tunggal yang berkembang di Wilayah Sumatera Bagian Selatan. Dalam pengertian yang lebih luas, Batanghari Sembilan adalah kebudayaan yang berbasis pada sungai. Kebudayaan ini adalah kebudayaan agraris yang selaras dengan alam. ... TRADISI RUMPAK-RUMPAK KEL. KUTO BATU PALEMBANGMENYAMBUT 1 SYAWAL DAN IDUL ADHA Daerah Kota Palembang Dilaporkan tanggal 9 Mei 2013 Tradisi Rumpak-Rumpak merupakan tradisi untuk memeriahkan momen keagamaan Islam, yaitu memperingati hari raya idul fitri 1 Syawal dan idul adha. Tradisi ini dilakukan secara turun temurun sampai sekarang tetap dilaksanakan di Kel. Kuto Batu Palembang. Tradisi rumpak-rumpak ini merupakan bentuk ras ... Makanan Tekwan Daerah Kota Palembang Dilaporkan tanggal 9 Mei 2013 Tekwan terbuat dari sagu dan ikan dibentuk bulat-bulat kecil seperti bakso ikan, dengan kuah kaldu ikan dilengkapi dengan soun, irisan bengkuang, jamur kuping, dan bunga sedap malam yang menimbulkan aroma dan rasa khas. Sejarah asal nama tekwan ada dua pendapat. Pendapat pertama tekwan merupakan akr ... TATA UPACARA ADAT PERKAWINAN DAERAH KAYU AGUNG Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir Dilaporkan tanggal 9 Mei 2013 Masyarakat Kayu Agung yang susunan kekerabatannya berbentuk Patrilinealmenganut bentuk perkawinan jujur, bentuk perkawinan yang dilakukan dengan “Pembayaran Jujur” yang artinya pemberian barang atau uang dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan. Setelah berlangsung acara perk ... PINDANG IKAN Daerah Kota Palembang Dilaporkan tanggal 9 Mei 2013 Belum ada Informasi ... Makanan Burgo Daerah Kota Palembang Dilaporkan tanggal 9 Mei 2013 Burgo adalah sejenis lontong sayur yang biasa disantap untuk sarapan oleh masyarakat palembang. Burgo terbuat dari campuran tepung beras dan kanji dibentuk seperti kue dadar lalu dipotong-potong seperti lontong kemudian disiram dengan kuah ikan. Resep makanan ini telah ada dari dahulu dan diwariskan ... Makanan Celimpungan Daerah Kota Palembang Dilaporkan tanggal 9 Mei 2013 Celimpungan adalah makanan yang berasal dari sagu dan ikan seperti pempek. Yang berbeda antara empek-empek dengan celimpungan adalah pada bentuk dan kuahnya. Celimpungan berbentuk bulat dengan diameter 10cm dan tipis/pipih. Kuahnya terbuat dari santan dan racikan bumbu-bumbu lainnya. ... Makanan Maksuba Daerah Kota Palembang Dilaporkan tanggal 9 Mei 2013 Maksuba merupakan salah satu makanan tradisional palembang. Dalam tradisi kue ini disajikan pada saat-saat istimewa seperti lebaran dan perayaan perkawinan. Maksuba diyakini sebagai bentuk penghormatan kepada kerabat dan tamu yang datang. ... Tari Erai-Erai Daerah Kota Palembang Dilaporkan tanggal 26 April 2013 Tari Erai-Erai merupakan tarian yang tumbuh dan berkembang ditengah-tengah etnik Lematang. Daerah sentra atau asal tarian ini adalah ex marga Gumay Lembak, ex marga Puntang Suka Merapi, ex marga Pasirah IV Manggulyang selanjutnya menyebar ke beberapa daerah yang ada di wilayah Kabupaten Lahat. Ta ... Tari Setudung Sedulang Daerah Kota Palembang Dilaporkan tanggal 26 April 2013 Tari Erai-Erai merupakan tarian yang tumbuh dan berkembang ditengah-tengah etnik Lematang. Daerah sentra atau asal tarian ini adalah ex marga Gumay Lembak, ex marga Puntang Suka Merapi, ex marga Pasirah IV Manggulyang selanjutnya menyebar ke beberapa daerah yang ada di wilayah Kabupaten Lahat. Ta ...
Kebudayaan Sumatera Selatan- Sumatera Selatan merupakan provinsi di Indonesia yang terletak di bagian selatan Pulau Sumatra. Ibu kota provinsi ini adalah kota Palembang. Yang menarik dan akan kita bahas disini yaitu kebudayaan yang ada akan kita bahas mengenai kebudayaan di Provinsi Sumatera Selatan ini yaitu melingkupi bagian sepertiSuku bangsaBahasa daerahRumah adatPakaian adatKesenian TradisionalDan lain saja mari kita bahas di bawah Sumatera Suku Bangsa Sumatera Bahasa Daerah Sumatera Agama di Sumatera Selatan2 Kebudayaan Sumatera Rumah Adat Sumatera Rumah Adat Rumah Adat Cara Rumah Adat Rumah Adat Rumah Rumah Pakaian Adat Sumatera Pakaian Adat Aesan Pakaian Adat Aesan Gede3 Kesenian Tradisional Sumatera Tarian Adat Daerah Sumatera Alat Musik Tradisional Sumatera Senjata Tradisional Sumatera Upacara Adat Sumatera Makanan Khas Sumatera Selatan4 Sumatera Selatan ini dihuni oleh beberapa etnis suku bangsa dengan berbagai macam bahasa daerah dan agama kepercayaan yang beragam, berikut daftar Bangsa Sumatera SelatanProvinsi ini dulunya dikenal dengan kerajaan Sriwijaya nya yang cukup besar. Berbagai adat istiadat di bawah kerajaan Sriwijaya ini memiliki berbagai macam ras suku bangsa. Berikut ini daftar suku bangsa yang ada di Sumatera SelatanSuku KomeringSuku PalembangSuku GumaiSuku SemendoSuku LintangSuku Kayu agungSuku LematangSuku OganSuku PasemahSuku SekayuSuku RawasSuku BanyuasinBahasa Daerah Sumatera SelatanSetiap suku bangsa biasanya memiliki jenis bahasa sendiri, di Provinsi Sumatra Selatan sendiri terdapat beberapa suku bangsa. Berikut ini beberapa jenis bahasa di Provinsi Sumatra Palembang atau Bahasa Melayu Bahasa ini dipakai oleh penduduk Kota Komering/ Komerin/ Njo Bahasa ini dipakai oleh penduduk sekitar Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Selatan, dan Ogan Komering Ulu Kayu Agung Bahasa ini dipakai oleh penduduk di sekitar daerah Kayu Musi Bahasa ini dipakai oleh penduduk Kabupaten Musi Banyuasin dan penduduk sebelah barat Sungai Musi serta bagian Pasemah Bahasa ini dipakai oleh penduduk di sekitar Dataran Tinggi Bukit Penegak Bahasa ini dipakai oleh penduduk sekitar Semendo Bahasa ini dipakai oleh penduduk di daerah pedalaman, yaitu sebelah barat Baturaja dan Pajarbulan bagian Sindang Kelingi Bahasa ini dipakai oleh penduduk di sekitar Muara Enim Bahasa ini dipakai oleh penduduk di Muara Enim bagian selatan dan Lahat bagian timur serta Lematang Bahasa ini dipakai oleh penduduk di wilayah Muara Enim dan Sarolangun bagian Lintang Bahasa ini dipakai oleh penduduk di wilayah antara Lahat dan Ogan Bahasa ini dipakai oleh masyarakat daerah Baturaja, Pagerdewa, dan sebelah barat Kayu Ranau Bahasa ini dipakai oleh penduduk Muaradua sebelah Rawas Bahasa ini dipakai oleh Kabupaten Musi Rawas, sekitar Ambacang, dan sepanjang Sungai Sungkai Bahasa ini dipakai oleh penduduk Kruih bagian barat daya dan Abung sebelah Pubian Bahasa ini dipakai oleh sebagian penduduk Sumatra Pesisir Bahasa ini dipakai oleh sebagian penduduk Sumatra Kubu Bahasa ini dipakai oleh sebagian penduduk Sumatra antara bahasa daerah tersebut, ada bahasa yang jumlah penggunanya cukup banyak dibandingkan dengan yang lainnya, antara lainBahasa PalembangBahasa PasemahBahasa KomeringBahasa OganBahasa PesisirBahasa di Sumatera SelatanAgama Islam merupakan agama mayoritas di semua kabupaten dan kota di Sumatera Selatan, sedangkan Agama Kristen di Kota Palembang, dan Agama Budha dengan populasi besar berada di Kota Palembang dan Kabupaten Banyu 94,18%Kristen Protestan 1,99%Buddha 1,81%Katolik 1,13%Hindu 0,89%Kebudayaan Sumatera yang ada di provinsi Sumatera Selatan ini tidak jauh beda dengan kebudayaan yang ada di pulau Sumatera ini, yakni masih tercampur oleh kebudayaan melayu, Islam, dan kerajaan kebudayaan yang terdapat di Sumatera Selatan ini meliputi rumah adat, pakaian adat, tarian, senjata tradisional khas dari daerah Sumatera Selatan ini terkenal diseluruh penjuru Indonesia, bahkan digemari banyak orang. Seperti rumah Limas, rumah ini banyak diadaptasi di berbagai daerah karena cara membuatnya yang tidak songket yang merupakan khas Sumatera Selatan juga menjadi kegemaran banyak orang. Dalam kuliner ada pempek yang menjadi makanan kegemaran masyarakat Indonesia di berbagai daerah juga sangat menyukai jenis makanan ini. Langsung saja kita bahas di bawah Adat Sumatera adat yang terkenal dari Sumatera selatan yaitu rumah limas, rumah ini merupakan salah satu dari puluhan rumah adat yag ada di Indonesia. DI indonesia sendiri hampir seluruh wilayah mempunyai rumah adat dengan ciri khasnya masing – khas rumah adat Sumatera Selatan yang berbeda dengan rumah adat di provinsi lainnya, yaitu atapnya yang berbentuk limas, dan rumahnya yang berbentuk adat yaitu bangunan tradisional untuk tempat tinggal atau peninggalan dari nenek moyang, dan peninggalan tersebut tersebar di seluruh wilayah Adat LimasKata limas diambil dari kata lima dan emas. Rumah limas adalah rumah dengan bentuk panggung dan atapnya yang berbentuk limas. Yang menarik dari rumah ini yaitu pada bagian lantai rumah limas dibuat atau undakan dibagian lantai biasa disebut dengan kekijing. Pada rumah limas biasanya memiliki 2 hingga 4 undakan limas mempunyai tiang penyangga dengan tinggi sekitar 1, 5 meter – 2 meter dari tanah. Rumah limas terbagi menjadi 3 ruangan dengan fungsi yang berbeda-beda, yaituRuang depan Ruangan ini biasanya digunakan untuk beristirahat dan bersantai anggota tengah Sedangkan untuk ruangan bagian tengah terdapat beberapa kekijing. Setiap kekijing memiliki dua buah jendela yang terletak di sebelah kanan dan sebelah kiri. Pada bagian kekijing yang terakhir ada lemari dinding yang dipakai untuk belakang Kemudian untuk ruangan bagian belakang adalah ruangan dapur yang digunakan untuk Adat Cara ini diberi nama rumah cara gudang karena bentuknya yang memanjang menyerupai gudang. Rumah ini memipunyai tiang penyangga dengan tinggi sekitar 2 meter. Bentuk atap dari rumah ini berbentuk limas dan pada rumah ini tidak terdapat pembuatannya masyarakat sekitar biasanya menggunakan bahan rumah cara gudang ini dari susunan kayu yang bagus, sepertiKayu ini juga memiliki tiga ruangan sama seperti rumah limas dengan fungsi ruangan yang juga hampir sama seperti buah Adat namanya rumah ini terapung di atas rakit, susunan rakit ini terdiri dari balok-balok kayu dan potongan bambu, di setiap sudut dipasang tiang-tiang yang kemudian diikatkan ke tonggak yang menancap di tebing mengikat tiang dengan tonggak biasanya menggunakan tali ini memiliki atap dua bidang saja, atap pada rumah rakit disebut atap kajang. Rumah rakit ini terbagi menjadi dua ruangan dengan dua buah pintu. Pintu pertama menghadap ke tengah sungai sedangkan pintu lainnya menghadap ke tepi dua buah jendela yang biasanya terletak di sebelah kanan dan kiri rumah. Bagian depan rumah dilengkapi dengan jembatan untuk menghubungkan antara rumah dan Adat rumah tatanan karena pada rumah ini banyak terdapat ukiran yang dibuat dengan cara dipahat atau ditatah. Rumah ini dibangun di atas tiang setinggi 1,5 meter. Rumah ini terbuat dari kayu yang tahan lama yakni kayu tembesu dan kayu tatahan ini terbagi menjadi dua ruangan dengan fungsi sebagai berikutRuang depan dan ruang tengah Ruang depan biasanya dipergunakan untuk memasak. Di ruang depan ini terdapat tanah untuk meletakkan tengah berfungsi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Pada malam hari ruangan ini dipergunakan untuk tidur. Saat pemilik rumah sedang memiliki hajat, ruangan ini akan diperuntukkan untuk tamu yang dengan rumah tatanan, rumah ini tidak memiliki hiasan berupa ukiran, pada bagian dinding hanya cukup dilicinkan saja menggunakan ketam atau sugu. Bentuk rumah ini panggung dengan tinggi sekitar 1,5 meter. Tiang pada rumah ini tidak ditancapkan di dalam tanah melainkan hanya diletakkan di atas pada rumah ini disebut dengan tiang duduk, rumah kalipan ini memiliki dua ruangan. Yaitu ruang depan & ruang tengah dengan fungsi yang sama dengan rumah KingkingBentuk rumah kingking ini bujur sangkar dengan atap terbuat dari bambu yang dibelah menjadi dua dan biasa dikenal dengan sebutan gelumpai. Ruagan rumah kingking sama dengan rumah tatahan. Rumah ini termasuk dalam rumah panggung dan menggunakan tiang kami juga sudah membahas rumah adat yang berasal dari provinsi Jawa Timur dalam artikel Kebudayaan Jawa Timur. Jangan lupa untuk membacanya juga Adat Sumatera Sumatera Selatan saat ini paling tidak memiliki dua pakaian adat yang cukup unik dan menarik untuk kita pelajari, Pakaian adat ini biasa dikenakan saat acara-acara tertentu, sepertiUpacara adat perkawinanFestivalDan acara-acara budaya pakaian adat ini tidak dikenakan pada sembarang acara apalagi untuk busana harian. Pakaian adat Sumatera Selatan itu ada dua yaituAesan PaksangkoAesan dinamakan Aesan? Aesan sendiri diambil dari bahasa Palembang yang artinya Baju, Busana, atau Pakaian. Berikut sedikit penjelasan pakaian adat tersebutPakaian Adat Aesan PaksangkoBaju adat daerah Sumatera Selatan yang pertama dikenal dengan nama Aesan Paksangko. Baju adat ini mempunyai makna filosofis yang melambangkan keagungan masyarakat daerah Adat Palembang ini pada umumnya lebih sering terlihat pada suatu acara resepsi pernikahan yang digunakan oleh kedua pasang mempelai, dengan kombinasi warna merah dan emas. Dengan menggunakan pakaian adat ini penampilan kedua pengantin akan semakin Adat Aesan GedePakaian adat provinsi Sumatera Selatan yang kedua yaitu disebut dengan nama Aesan Gede. Bedanya pakaian ini dengan Aesan Paksangko yaitu baju adat Aesan Gede lebih mengkombinasikan warna merah jambu & juga Kebudayaan Nusa Tenggara TimurKesenian Tradisional Sumatera SelatanKesenian tradisional yang akan kita bahas di provinsi Sumatera Selatan ini meliputi tarian tradisional, alat musik tradisional, senjata tradisional dan lain sebagainya. Berikut kita bahas satu persatu di bawah Adat Daerah Sumatera daftar tarian yang ada di daerah Sumatera Selatan iniTari Adat SilampariTari Adat PengutonTari Adat Bujang Gadis BeladasTari Adat Petake GerinjingTari Adat Ngantat DendanTari Sendratari Konga Raja BuayeTari Adat Seluang MudikTari Adat Madik NindaiTari Adat Putri BekhusekTari Adat TanggaiTari Adat Pagar PengantinTari Adat Gending SriwijayaTari Adat Tenun SongketTari Adat KebaghTari Adat KubuTari Adat Mejeng BesukoTari Adat GegeritTari Adat Kipas SerumpunTari Adat Rodat CempakoTari Sebimbing juga Kebudayaan Nusa Tenggara BaratAlat Musik Tradisional Sumatera daftar Alat Musik yang ada di daerah Sumatera Selatan iniKenong Basemah PalembangGambusTerbanganBurdah atau Gendang OkuTenunBiolaTerompetGongGenggo juga Kebudayaan Papua BaratSenjata Tradisional Sumatera ini daftar senjata tradisional yang ada di daerah Sumatera Selatan iniSenjata Tradisional Tombak TrisulaSenjata Tradisional KerisSenjata Tradisional SkinSenjata Tradisional Adat Sumatera ini daftar upacara adat yang ada di daerah Sumatera Selatan iniTradisi BebehasTradisi NgobengTradisi Sedekah RameTradisi PemakamanTradisi MadikTradisi MenyenggukTradisi NgebetTradisi BerasanTradisi Mutuske KatoTradisi Nganterke BelanjoTradisi Ngocek BawangTradisi MunggahTradisi Kumpulan Rudat dan KuntauTradisi NyanjoiTradisi NyemputiNgater PengantenBekarang IwakTradisi SunatanBaca juga Kebudayaan Sumatera UtaraMakanan Khas Sumatera ini daftar makanan khas daerah Sumatera SelatanPempekTekwanLaksanCelimpunganBurgoLaksoMartabak PalembangMie CelorPindang IkanPindang TulangSate Sapi Cucuk ManisBakmi BabiEs Kacang MerahKemplang Dan Kopi PalembangGodo-GodoGulo PuanRoti KoingSambal TempoyakPenutupNah teman-teman sudah sampai kita di akhir pembahasan tentang kebudayaan yang ada di provinsi Sumatera Selatan. Semoga bermanfaat.
Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya menerima sertifikat penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2018, meliputi 7 Karya Budaya yang ada di Provinsi Sumsel. Sertifikat tersebut diserahkan langsung Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud RI, Hilmar Farid kepada Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya pada acara Apresiasi Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2018 di Gedung Kesenian Jakarta, Rabu malam 10/10/2018. Kegiatan apresiasi penetapan warisan budaya takbenda Indonesia merupakan puncak dari serangkaian kegiatan penetapan warisan budaya takbenda Indonesia yang bertujuan untuk melestarikan, melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan budaya Indonesia. Karya Budaya Sumsel yang ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda Indonesia yaitu pertama Adat Timbang Kepala Kebo, merupakan adat istiadat masyarakat ritus dan perayaan-perayaan. Kedua, Ngobeng, merupakan adat istiadat masyarakat ritus dan perayaan-perayaan. Ketiga, Tari Kebagh, merupakan seni pertunjukan. Keempat, Tari Silampari Kahyangan Tinggi, merupakan seni pertunjukan. Kelima, Pindang Palembang, merupakan kemahiran dan kerajinan tradisional. Keenam, Tikar Purun Pedamaran, merupakan kemahiran dan kerajinan tradisional. Ketujuh, Surat Ulu, merupakan tradisi dan ekspresi lisan. "Penetapan warisan budaya takbenda Indonesia dilaksanakan melalui serangkaian tahapan yang dilaksanakan oleh Tim Ahli, Narasumber, Dinas Kebudayaan Provinsi se-Indonesia dan Balai Pelestarian Nilai Budaya," ungkap Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid dalam kata sambutannya. Lanjut Hilmar Farid, ada berbagai kondisi yang dihadapi oleh warisan budaya Indonesia diantaranya terancam punah dan warisan budaya yang ada di perbatasan rentan terhadap pengakuan oleh negara lain. "Kurangnya pelestarian warisan budaya takbenda akan berdampak pada hilangnya identitas sebagai bangsa berkebudayaan yang didalamnya terkandung nilai, makna yang luhur," tegas Hilmar. Hilmar Farid mengharapkan adanya timbal balik antara berbagai pihak terkait pelaksanaan penetapan warisan budaya takbenda Indonesia dan tindak lanjut setalah ditetapkan karena harus melakukan pelestarian dengan aksi nyata seperti yang diharapkan dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan. "Aksi nyata bisa dilakukan dalam rangka perlingungan, pengembangan, pemanfaatan serta pembinaan," ujarnya Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya mengatakan, keragaman budaya yang ada di Sumsel harus terpeliharan dan terus dikembangkan. Pemerintah Provinsi Sumsel sudah berkomitmen penuh untuk hal itu bersama sama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sumsel. "Keberagaman budaya dibebagai daerah di Sumatera Selatan memang harus terus dikembangkan dan diangkat sampai ketingkat nasional," terang Mawardi Yahya. Selain Provinsi Sumsel, sejumlah daerah lainnya juga mendapatkan setifikat yang sama diantaranya Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu dan Provinsi Jambi. *